Sakura Laundry Kiloan

Proyek ini telah melakoni “partai debut”nya pada Jum’at, 14 maret 2008, walaupun kiosnya telah disewa pada akhir februari 2008. Dengan segala persiapan yang cukup melelahkan dan memakan waktu, akhirnya proyek ini berjalan juga, dengan melayani order cucian dari Salon di samping kios (salon ini pemiliknya sama dengan pemilik kios yang telah saya sewa selama dua tahun tersebut). Order kedua datang lagi kemarin, pada hari Sabtu, 15 Maret 2008 dari para team sales promotion “Baygon” yang tinggal di sebuah kontrakan, berjarak sekitar 1 km dari kios. Mohon do’a restunya semoga semakin lancar lagi.

Setelah sekian lama bergelut dengan perencanaan bisnis melulu tanpa berujung pada penyelesaian akhir, proyek ini nampaknya menjadi pulau harapan bagi saya untuk menatap masa depan. Semenjak semester IV, telah beberapa saya kali menyusun proyek bisnis kecil2an dengan sang pacar yang tetap setia mendampingi hingga sekarang. berikut ini adalah beberapa proyek bisnis yang telah matang direncanakan tapi tidak berhasil di eksekusi di lapangan

Pertama, bisnis dagang beras di kios depan rumah ibu kos pacar saya, yang lokasinya dekat dengan pasar Wonodri. Kedua, Laundry Kiloan juga, tapi di Semarang saja, di sekitar kampus tercinta. Ketiga, pepes yang dijual gerobakan. Pengenya sih, dijual pas sore-sore hari di jalan Pahlawan, Semarang. Kan banyak tuh, para ibu2 PNS yang pulang dari kerja tapi belum sempat masak di rumah untuk makan malam.

Keempat, bisnis dagang pakaian bekas, pantas pakai dan pantas gaya di Simpanglima. Di Semarang, setiap minggu pagi, tepatnya di simpanglima, ada pasar awul2, yang menjual pakaian bekas, tetapi yang beli tidak hanya dari kalangan ekonomi lemah saja, banyak juga mahasiswa yang berburu pakaian disana. Asal dicuci dengan bersih, sudah bisa buat bergaya. (Bekas, tapi pantas pakai dan pantas gaya..he..3x) . Kelima, bisnis juice buah segar di sekitar jalan Singosari, Semarang. Masih di sekitar kampus juga. karena pada saat itu pasar untuk juice cukup menggiurkan.

Tak hanya lima rencana proyek bisnis tersebut yang hanya menghasilkan “omdo”. Sudah tak terhitung pula, rencana-rencana selintas nan spontan yang hadir di kepala dan berlalu begitu saja, bagai bulu ayam yang hinggap dan terbang karena tertiup oleh angin.

Proyek ini, selain dilatar belakangi oleh motif ekonomi dan perhitungan bisnis, terselip juga idealisme dari dalam diri saya sebagai respon atas perkembangan situasi yang berkembang di sekitar. Yaitu:

  1. Yang tadinya telah berkali-kali “omdo” dalam perencanaan bisnis, pada akhirnya saya bisa merealisasikan sebuah proyek bisnis.Menurut saya ini, penting bagi pembentukan psikologis dan sikap mental saya. Saya tidak ingin sikap mental yang terbentuk adalahsikap yang mampu merencanakan, tapi tidak mampu untuk merealisasikan. (Perhatian juga nih, buat temen2 seperjuangan di komi dulu. Karena, sudah sangat mengakar pada waktu itu, kita ini terbiasabegadanag menyusun rencana yang sangat matang dan detail, tapi esok harinya malah tertidur, gak ada yang di lapangan untuk melaksanakan hasil rapat semalam)
  2. Saat membaca artikel dimedia massa, ada yang membuat saya tercengang, ketika di sebutkan, pada hari ini banyak sekali lulusan S1, bahkan S2 sekalipun yang masih menganggur. di saat pendidikan pada saat ini begitu mudah untuk di akses ( setidaknya jika di bandingkan dengan jaman dahulu kala) sehingga perguruan tinggi setiap tahunya mampu menghasilkan lulusan S1 dan S2, tetapi di sisi yang lain, di mana pasar kerja yang tersedia tidak cukup mampu untuk menyerap para lulusan tersebut. Mindset yang terbentuk pun masih sama, lulusan yang mencari kerja, bukan mampu menciptakan lapangan kerja, minimal bagi diri sendiri, syukur kalau mampu memberi kerja bagi orang lain. Proyek ini hadir sebagai bukti bagi saya sebagai calon sarjana (masih mahasiswa sih, walau dah 6 tahun berkutat di kampus), terlebih sebagai mahasiswa administrasi bisnis, bahwa saya pun mampu menciptakan lapangan kerja (walau kelasnya cuma sederhana saja)

Berlokasi di Jalan Raya Parpostel No. 2, Jatiasih, Bekasi. Dinamai Sakura karena berlokasi di depan kompleks Sakura Regency. Kalau rekan-rekan berkunjung kesana pada malam hari, kios Laundry itu akan berubah wajah menjadi Kafe Roti Bakar Sakura, unit bisnis yang dikelola oleh Mbak Siwie, dia nih masih seangkatan juga dengan saya di Administrasi Bisnis UNDIP angk. 2002. Beliau nya ini juga yang bersama-sama dengan saya menyususn berbagai konsep business plan , sejak semester IV (seperti yang sudah saya ceritakan diatas).

Bagi para pembaca blog ini yang merasa berada di sekitar kios saya, saya persilahkan untuk mencuci di Laundry saya, dijamin Bersih, Wangi dan Praktis. Mumpung masih harga promosi loh………!!!

Wassalam.

0 Tanggapan ke “Sakura Laundry Kiloan”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan