Krisis Ekonomikah Sekarang…???

Kalla: Tidak Benar Kita Krisis Ekonomi
Minggu, 23 Maret 2008, 21:31 WIB Dilansir oleh Kompas.com

BANDUNG, SENIN-Indonesia tidak mengalami krisis ekonomi terutama pada bahan pokok. Kenaikan harga hanya terjadi pada sejumlah bahan pokok kelas dua, yaitu minyak goreng, kedelai, dan terigu namun tidak pada bahan pokok utama.

Demikian diungkapkan Wakil Presiden Republik Indonesia M Jusuf Kalla dalam acara Tepang Saudagar Tatar Sunda di Bank Indonesia Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/3). “Kita selalu mengatakan bahwa bangsa Indonesia mengalami krisis ekonomi, padahal krisis itu terjadi sepuluh tahun lalu,” ungkap Kalla.

Menurut Kalla, ketika terjadi krisis ekonomi 10 tahun lalu, pendapatan perkapita Indonesia hanya 600 dollar AS dan pada tahun ini telah meningkat menjadi 1.100 dollar . Sedangkan, kemampuan ekspor Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir juga naik dari 50 miliar dollar menjadi 110 miliar dollar.

“Memang, kita mengakui ada kesulitan dan hutang yang harus ditanggung negara. Semua negara mengalami hal yang sama,” tutur Kalla.

Kalla mengungkapkan, kenaikan harga bahan pokok memang terjadi tetapi pada bahan pokok kelas dua, seperti minyak goreng, kedelai, dan terigu. “Setiap hari, kita mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok, padahal harga bahan pokok utama tidak naik,” ujarnya.

Bagi Kalla, dalam dunia pertanian, prinsip satu kena, satu susah adalah biasa. Oleh karena itu, di saat sejumlah masyarakat merasakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok, ada masyarakat lain pula yang menikmati keuntungan, khususnya para petani. “Ini hanya perpindahan pendapatan saja,” kata Kalla.

Potensial

Menurut Kalla, potensi ekonomi Indonesia sebenarnya mengagumkan. “Ekonomi kita tangguh, tak ada negara yang memiliki sumber energi selengkap Indonesia. Kita memiliki minyak, batubara, gas, dan panas bumi yang berlimpah,” tambahnya.

Di saat ini, pemerintah berusaha membangun sejumlah sarana infrastruktur untuk menunjang pemanfaatan sumber daya alam. Selain itu, pengusaha diharapkan mampu mengambil peluang di sela kenaikan dan perubahan harga untuk membenahi perekonomian bangsa.

Guru Besar Emeritus Teknik Geofisika ITB MT Zen Rabu lalu mengatakan, bangsa Indonesia terlalu sering memuja potensi, namun tidak pernah merealisasikan. Pemerintah harus berani memprioritaskan pengelolaan energi alternatif dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan. Kita harus berani bertindak tetapi dengan penuh perhitungan, ujarnya.(A01)

TANGGAPAN PRIBADI ATAS BERITA TERSEBUT

Percaya diri, optimistis dan tanpa ba-bi-bu adalah ciri khas yang menonjol dari wakil presiden kita. Perpaduan yang sangat pas antara seorang sudagar, yang selalu berani mengambil resiko dan memiliki darah bugis, yang sangat berbeda dengan suku Jawa yang lemah lembut dan sangat hati-hati.

Tidak hanya dalam kesempatan diatas saja sang wapres menyampaikan tanggapan dan pemikiran dia atas permasalahan dan isu yang berkembang di masyarakat dengan cara yang lugas dan tanpa basa-basi.

Lalu benarkah sepenuhnya pernyataan wapres bahwa kita tidak sedang mengalami krisis ekonomi? lalu bagaimana beliau melihat tayangan televisi yang memberitakan tentang antrian minyak goreng, tentang masyarakat yang mengonsumsi nasi aking, anak yang menderita gizi buruk dan seorang ibu yang tega membunuh kedua buah hati nya karena kesulitan ekonomi yang mendera?

Apakah karena situasi beliau yang tidak pernah berada di tengah2 masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi hingga dia tidak bisa merasakan penderiataan yang dialami masyarakat kecil hingga beliau tidak mengatakan saat ini tidak sedang terjadi krisis ekonomi.

Betul bahwasannya pendapatan perkapita kita naik, tapi pertanyaanya adalah bagaimana tingkat pemerataan pendapatan dan kesejahteraanya? dan juga bagaimanakah tingkat kemampuan membeli masyarakat kita?

Jadi sebenarnya krisis ataukah tidakah bangsa ini sekarang? bagi saya sederhana, selama masiha ada kelaparan dan yang meninggal dunia karenanya, dan masih ada yang makan nasi aking dalam sebuah negara yang wilayahnya sangat subur dan kaya potensinya, berarti ada yang salah dalam manajemen negara ini. Kalau dikatakan ekonominya tidak sedang krisis, maka yang krisis adalah kepekaan (crisis of sense) pengelola negaranya!!

0 Tanggapan ke “Krisis Ekonomikah Sekarang…???”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan