Busway di Semarang, Seriuskah…???

Kota Semarang adalah salah satu diantara lima belas kota di Indonesia yang menerima tawaran dari Departemen Perhubungan untuk menyelenggarakan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Oleh karena itu, Pemkot Semarang akan menerima bantuan armada BRT sebanyak 20 bus, yang rencananya pada bulan Desember nanti Pemkot sudah menerimanya.
BRT adalah alternatif bagi kota-kota padat lalu lintas di negara berkembang, yang dihadapkan pada kondisi over capacity daya tampung jalan raya terhadap kendaraan bermotor. Sementara untuk membangun sistem transportasi kereta bawah tanah (subway) dibutuhkan biaya yang sangat mahal. Subway sudah umum digunakan sebagai moda transportasi massal di negara-negara maju yang di dukung oleh finansial yang sangat kuat guna membangun infrastrukturnya.
Transportasi massal yang aman dan nyaman adalah dambaan warga Semarang. Selama ini warga dihadapkan pada fasilitas transportasi massal yang buruk, kondisi seperti angkutan umum yang ngetem seenaknya dan ditempat semaunya, kondisi armada yang tidak memenuhi standar keselamatan, ditambah lagi sopir ugal-ugalan yang membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lain, adalah pemandangan yang jamak terjadi. Sehingga wajar jika sebagian besar warga Kota Semarang, termasuk penulis, lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Transportasi massal yang efektif akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Aktivitas kehidupan akan berjalan semakin lancar, terutama kegiatan perekonomian akan berjalan semakin efisien. Sementara itu, penggunaan kendaraan pribadi yang semakin massif, akan berakibat pada tingkat konsumsi bahan bakar yang tinggi. Artinya, telah terjadi inefisiensi alias pemborosan. Serta lingkungan akan semakin tercemar oleh polusi.
Pertanyaannya kemudian, sejauh manakah keseriusan Pemkot Semarang mengenai BRT ini. Sudahkah perencanaan yang disusun benar-benar matang?. Benarkah BRT merupakan solusi tepat dari permasalahan transportasi massal yang terjadi di kota Semarang?. Ataukah BRT ini hanya proyek ‘gagah-gagahan’ saja, agar Semarang pantas menyandang predikat sebagai kota Metropolitan?.
Patut dicermati bersama secara kritis oleh warga Semarang, mengingat proyek ini adalah sebuah pertaruhan. Andai berhasil, dipastikan penggunaaan kendaraan pribadi akan menyusut drastis. Sebaliknya, jika gagal hanya akan menghamburkan duit rakyat dan persoalan kemacetan, alih-alih dikurangi justru semakin bertambah parah.

0 Tanggapan ke “Busway di Semarang, Seriuskah…???”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan